Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2024

Peran Transcendental Meditation bagi Generasi Muda dan Pengimplementasiannya di SMANBARA

Gambar
  Peran Transcendental Meditation bagi Generasi Muda dan  Pengimplementasiannya di SMANBARA Gambar 1. Pelaksanaan TM Sore di Hall Basudewa Smanbara Berbicara tentang generasi muda tidak lepas kaitannya dengan remaja, karena remaja termasuk bagian dari generasi muda itu sendiri. Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada fase ini remaja sangat rentan dengan emosi dan perasaannya. Semakin dewasa semakin banyak juga tugas dan tuntutan yang diemban sehingga pikiran seringkali merasa berat. Remaja juga kerap menghadapi tekanan yang berasal dari berbagai sumber seperti sekolah, masyarakat, masalah keluarga serta teman sebaya yang membuat stress, kecemasan serta emosi yang tidak stabil. Pada fase ini remaja akan lebih ekstra untuk dapat mengendalikan emosi dan perasaannya karena di fase ini emosi dan perasaan remaja itu labil atau cepat berubah-ubah. Untuk bisa mengendalikan pikiran baik itu emosi dan perasaan agar bisa lebih tenang, ada banyak cara salah satuny...

Realitas Tri Parartha: Membangun Karakter Generasi Muda Hindu dalam Konsep Keagamaan Melalui Bantuan Pendidikan Penuh secara Eksklusif

Gambar
Realitas Tri Parartha: Membangun Karakter Generasi Muda Hindu dalam Konsep Keagamaan Melalui Bantuan Pendidikan Penuh secara Eksklusif Bhagawadgita IV.36 श्रेयान्द्रव्यमयाद्यज्ञाज्ज्ञानयज्ञः परन्तप । सर्वं कर्माखिलं पार्थ ज्ञाने परिसमाप्यते ॥३३॥ “api ced asi pāpebhyaḥ sarvebhyaḥ pāpa-kṛt-tamaḥ sarvaḿ jñāna-plavenaiva vṛjinaḿ santariṣyasi” “Diantara seluruh jenis yadnya, yadnya pengetahuanlah yg paling utama, karena yadnya pengetahuan bisa menyelamatkan diri dari lautan kelahiran dan kematian.” Berdasarkan sloka Bhagawadgita IV.36 di atas, secara garis besar mengungkapkan bahwa pendidikan merupakan salah satu indikator yang menjadi pilar penting dalam memengaruhi terbentuknya pola pikir dan karakter masyarakat. Melalui pendidikan yang baik, generasi muda memiliki kesempatan untuk berkembang secara pribadi, intelektual, dan spiritual. Hal ini membawa kita pada pentingnya memperhatikan pendidikan yang berbasis nilai-nilai keagamaan, yang tidak hanya mengajarkan ...

Hari Raya Buda Kliwon Ugu, Puja Keselamatan Tri Mandala

Gambar
Hari Raya Buda Kliwon Ugu, Puja Keselamatan Tri Mandala Buda Kliwon Ugu merupakan salah satu hari penting dalam kalender Jawa. Buda Kliwon Ugu jatuh pada hari Rabu (Buda) pada hari Kliwon, minggu ke-5 dalam siklus 35 hari dalam kalender Jawa. Hari ini biasanya dirayakan dengan upacara dan ritual di seluruh Jawa dan Bali. Buda Kliwon Ugu dirayakan pada Rabu Kliwon wuku Ugu dan merupakan hari raya Buda Kliwon terakhir pada siklus wuku. Hari raya ini dirayakan setiap enam bulan atau 210 hari sekali. Buda Kliwon dirayakan pada hari Rabu atau Buda dengan pancawara Kliwon. Di Bali ada enam Buda Kliwon yang dirayakan yaitu Buda Kliwon Sinta, Buda Kliwon Gumbreg, Buda Kliwon Dunggulan, Buda Kliwon Pahang, Buda Kliwon Matal, dan Buda Kliwon Ugu. Pada pembahasan ini, diulas terkait Buda Kliwon Ugu. Dalam Lontar Sundarigama, secara umum dikatakan bahwa Buda Kliwon merupakan hari pesucian Sang Hyang Ayu, yakni ngastuti Hyang Nirmala Jati. Adapun persembahan saat hari raya ini berupa canang yasa, d...

TUMPEK WAYANG : salah satu rahinan yang dirayakan di SMANBARA

Gambar
TUMPEK WAYANG : salah satu rahinan yang dirayakan di SMANBARA Tumpek Wayang adalah hari raya dalam agama Hindu di Bali yang dirayakan untuk menghormati seni wayang kulit tradisional. Pada perayaan ini, umat Hindu melakukan upacara dan pemujaan di pura-pura (kuil) serta memberikan penghormatan khusus kepada seni wayang.     Upacara ini melibatkan penyelenggaraan pemujaan terhadap Dewa Brahma, yang dianggap sebagai sumber ilham bagi para dalang (pemimpin pertunjukan wayang). Masyarakat Bali menyelenggarakan persembahan dan doa-doa khusus untuk memohon berkah bagi seni wayang dan untuk mendukung kelangsungan warisan budaya tersebut.   Selama Tumpek Wayang, para pengrajin wayang juga berpartisipasi dengan memberikan persembahan kepada peralatan wayang, seperti kayu dan kulit yang digunakan untuk membuat figur wayang. Selain itu, acara ini menjadi waktu di mana masyarakat Bali secara kolektif merayakan kekayaan warisan budaya mereka dan memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam...

Eksistensi Patung Ganesha yang Diyakini sebagai Simbol Ilmu Pengetahuan dan Kebijaksanaan

Gambar
  Eksistensi Patung Ganesha yang Diyakini sebagai Simbol Ilmu Pengetahuan dan Kebijaksanaan Manusia sebagai makhluk yang memiliki kepekaan atas nilai budaya, secara langsung mendorong manusia itu sendiri untuk melakukan berbagai bentuk upaya penerimaan, terhadap segala hal yang berkaitan dengan produk-produk kebudayaan baik yang terwujud secara fisik maupun yang masih terealisasi dalam satuan tatanan nilai kebudayaan itu sendiri. Kepercayaan merupakan salah satu unsur budaya yang sangat penting dalam kehidupan manusia, demikian pentingnya justru di belahan bumi manapun kepercayaan merupakan bagian dari suprastruktur kehidupan masyarakat yang mumpuni. Berangkat dari sedikit penjelasan di atas maka untuk menemukan salah satu kunci untuk memahami kebudayaan awal di Indonesia secara keseluruhan adalah memahami kepercayaan awal yang menjadi pedoman hidup anggota masyarakatnya, yang secara umum walaupun berbeda dalam konten bagaimana mengaplikasikan kepercayaan tersebut baik dalam cara r...

Persembahyangan Bersama Rahinan Tilem di Smanbara

Gambar
Persembahyangan Bersama Rahinan Tilem di Smanbara  Di Bali, persembahyangan merupakan bagian penting dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Salah satu bentuk persembahyangan yang dilakukan secara bersama-sama adalah persembahyangan rahinan tilem di sekolah. Rahinan tilem adalah hari suci dalam kalender Bali yang jatuh pada setiap hari Tilem menurut penaggalan Bali. Pada hari rahinan tilem, para siswa dan guru di Smanbara  biasanya berkumpul untuk melaksanakan persembahyangan bersama. Mereka mempersiapkan bunga, dupa, dan sesajen lainnya sebagai tanda penghormatan kepada Sang Hyang Widhi, dewata-dewata, leluhur, dan roh-roh yang dipercayai hadir pada hari Tilem.  Persembahyangan bersama di rahinan tilem di Smanbara memiliki makna yang mendalam. Selain sebagai wujud rasa syukur dan hormat kepada para leluhur dan dewata, persembahyangan tersebut juga bertujuan untuk memperkuat rasa solidaritas dan kebersamaan antar siswa dan guru. Melalui kegiatan ini, mereka mengajarkan unt...

Perayaan Hari Suci Purna di SMAN Bali Mandara

Gambar
PERAYAAN RAHINA SUCI PURNAMA DI SMA BALI MANDARA. Purnama adalah hari suci bagi umat Hindu, yang dirayakan untuk memohon berkah dan karunia dari Sang Hyang Widhi. Hari Purnama, sesuai dengan namanya, jatuh setiap malam bulan penuh (Sukla Paksa). Hari suci ini dirayakan setiap 30 atau 29 hari sekali yang dimana untuk memuja Sang Hyang Chandra, yang berfungsi sebagai pelebur segala kekotoran (mala). Umat hindu biasanya mengadakan upacara persembahyangan dengan rangkaiannya berupa upakara yadnya, hal ini dilakukan untuk membersihkan diri agar kondisi bersih secara lahir dan batin karena dalam jiwa yang bersih akan muncul pikiran, perkataan dan perbuatan yang bersih pula. Kebersihan juga sangat penting dalam mewujudkan kebahagiaan, terutama dalam hubungan dengan pemujaan kepada Hyang Widhi.  Rahina purnama biasanya juga berkaitan dengan rahina tilem, namun rahina tilem dirayakan setiap malam pada waktu bulan mati (Krsna Paksa). Adapun beberapa sloka yang berkaitan dengan hari Purnama d...

Memaknai Perayaan “Siwalatri” Dalam Cerita Lubdaka Sebagai Bentuk Wujud Mewariskan Budaya Ke Generasi Muda Yang Berkarakter Menuju Pencerahan di SMAN Bali Mandara

Gambar
  Memaknai Perayaan “ Siwalatri ” Dalam Cerita Lubdaka Sebagai Bentuk Wujud Mewariskan Budaya K e Generasi Muda Yang Berkarakter Menuju Pencerahan di SMAN Bali Mandara Agama Hindu di Bali memiliki berbagai macam perayaan hari raya yang dianutnya seperti hari raya Galungan, Nyepi, Tumpek , dan lainnya. Salah satu hari raya yang sakral di Agama Hindu adalah hari raya suci Siwaratri . Siwaratri  berasal dari 2 buah kata yaitu siwa”  dan  “ratri” , dalam bahasa Sansekerta  Siwa  berarti baik hati, memberikan harapan, membahagiakan dan suka memaafkan , Siwa  juga adalah sebuah nama kehormatan manifestasi Tuhan yaitu Dewa Siwa yang berfungsi sebagai pelebur atau  pemrelina . Sedangkan  Ratri  dalam bahasa berarti malam atau kegelapan, sehingga jika diartikan  Siwaratri  berarti pelebur kegelapan untuk menuju jalan terang. Jadi apa sesungguhnya makna dari hari suci Siwaratri  tersebut ?, maknanya adalah malam perenungan ...