Hari Raya Buda Kliwon Ugu, Puja Keselamatan Tri Mandala
Hari Raya Buda Kliwon Ugu, Puja Keselamatan Tri Mandala
Buda Kliwon Ugu merupakan salah satu hari penting dalam
kalender Jawa. Buda Kliwon Ugu jatuh pada hari Rabu (Buda) pada hari Kliwon,
minggu ke-5 dalam siklus 35 hari dalam kalender Jawa. Hari ini biasanya
dirayakan dengan upacara dan ritual di seluruh Jawa dan Bali. Buda Kliwon Ugu dirayakan pada Rabu Kliwon wuku Ugu dan
merupakan hari raya Buda Kliwon terakhir pada siklus wuku. Hari raya ini
dirayakan setiap enam bulan atau 210 hari sekali.
Buda Kliwon dirayakan pada hari Rabu atau Buda dengan pancawara Kliwon.
Di Bali ada enam Buda Kliwon yang dirayakan yaitu Buda Kliwon Sinta, Buda
Kliwon Gumbreg, Buda Kliwon Dunggulan, Buda Kliwon Pahang, Buda Kliwon Matal,
dan Buda Kliwon Ugu. Pada pembahasan ini, diulas terkait Buda Kliwon Ugu.
Dalam Lontar Sundarigama, secara umum dikatakan bahwa Buda Kliwon
merupakan hari pesucian Sang Hyang Ayu, yakni ngastuti Hyang Nirmala Jati.
Adapun persembahan saat hari raya ini berupa canang yasa, dan wanagi-wangi,
kembang payas di atas tempat tidur, serta di sanggah.
Buda Kliwon Ugu dianggap sebagai hari suci yang memiliki
kekuatan magis dan spiritual yang besar. Hari ini diyakini sebagai waktu yang
baik untuk melakukan ritual keagamaan, seperti meditasi, doa, atau memohon
berkah dari para dewa dan leluhur. Beberapa orang Jawa bahkan percaya bahwa
pada hari Buda Kliwon Ugu, arwah leluhur mereka kembali ke dunia ini untuk
memberikan berkah dan perlindungan.
Selain itu, pada hari Buda Kliwon Ugu, masyarakat Jawa
juga memperingati beberapa peristiwa penting dalam sejarah dan mitologi Jawa.
Salah satu peristiwa yang paling sering diperingati adalah kelahiran Sang Hyang
Bathara Guru, dewa tertinggi dalam kepercayaan Hindu-Buddha Jawa. Di beberapa
daerah di Jawa, masyarakat juga melakukan tradisi ngalap berkah, yaitu
mengunjungi tempat-tempat suci untuk memohon berkah dan melaksanakan
ritual-ritual keagamaan.
Meskipun Buda Kliwon Ugu lebih banyak diperingati di Jawa
dan Bali, hari ini juga menjadi perayaan penting bagi masyarakat Hindu-Buddha
di seluruh Indonesia. Hari ini juga menjadi momen penting bagi para praktisi
spiritual dan pecinta budaya Jawa untuk mempertahankan tradisi dan kepercayaan
mereka.
Namun, penting untuk diingat bahwa meskipun Buda Kliwon Ugu adalah hari suci, tetap diperlukan kehati-hatian dan rasa hormat dalam memperingatinya. Kita harus menghormati perbedaan keyakinan dan memahami bahwa tradisi dan kepercayaan yang berbeda-beda harus dihargai dan dihormati.
Lebih lanjut dijelaskan dalam lontar ini, saat Buda Wage dilaksanakan
pemujaan untuk keselamatan di Tri Mandala. Tujuannya yakni yang pertamanya
ialah keselamatan untuk diri sendiri sendiri, kedua keselamatan sanak keluarga
seketurunan, serta ketiga yakni keselamatan negara.
Saat Buda Kliwon Ugu, dilaksanakan odalan di beberapa pura. Pura yang
melaksanakan odalan yakni di Pura Dalem Tarukan, Banjar Pulasari, Desa
Peninjoan Tembuku, Bangli; Pura Pasek Gelgel Boading, Kaba-kaba, Tabanan; Pura
Pemayun, Banyuning Tengah, Buleleng; Pura Desa Kayangan Tiga, Desa
Bubunan, Seririt, Buleleng; Pura Agung Gunung Raung, Banjar Taro Kaja, Taro,
Tegalalang, Gianyar; Patirtan Pura Dalem Puri, Besakih, Karangasem; serta
Merajan Pasek Dangka Bungbungan
Created by :
Gusti Ayu Juni Katari_04_XII MIPA 2

Komentar
Posting Komentar