"Peran Generasi Muda Hindu Berkarakter demi Kelestarian Kearifan Budaya Lokal"

 "Peran Generasi Muda Hindu Berkarakter demi Kelestarian Kearifan Budaya Lokal"


"Kegiatan Membuat Pajegan Persiapan Hari Saraswati"

Dalam arus era globalisasi yang begitu cepat mengubah dan mempengaruhi kehidupan, generasi muda Hindu memiliki peran krusial dalam mempertahankan karakter kehinduan mereka. Meskipun terbuka terhadap pembaruan, generasi muda ini dihadapkan pada risiko kehilangan identitas kehinduan akibat pengaruh globalisasi yang tidak selalu positif. Ritual keagamaan yang seharusnya menjadi warisan berharga dapat terancam dan hilang jika tidak diimbangi dengan pemahaman filosofi dan nilai etika yang terkandung di dalamnya.

Di tengah dinamika ini, pelestarian seni dan budaya menjadi tanggung jawab bersama, terutama bagi generasi muda. Kebudayaan lokal, sebagai warisan berharga, bukan hanya memberikan identitas pada suatu masyarakat, tetapi juga menjadi wahana pembelajaran nilai-nilai moral, etika, dan tradisi. SMA Negeri Bali Mandara memberikan contoh nyata dalam melestarikan budaya Hindu Bali. Salah satunya adalah pada serangkaian kegiatan menyambut hari raya Saraswati yang dimulai pada hari Rabu tanggal 13 Desember 2023 SMA Negeri Bali Mandara melibatkan para siswa dalam kegiatan-kegiatan seperti mejejaitan, pembuatan canang, banten, penjor, dan penghiasan tempat-tempat suci persembahyangan.


"Kegiatan Pembuatan Penjor"


"Kegiatan Mejejaitan membuat Canang, dll"

Generasi muda memiliki peran sebagai agen perubahan dan penjaga kearifan lokal. SMA Negeri Bali Mandara telah memberikan wadah bagi siswa untuk belajar secara langsung dan mendalam tentang budaya dan tradisi Hindu Bali. Melalui kegiatan-kegiatan ini, diharapkan para siswa dapat tumbuh sebagai remaja generasi Hindu yang berkarakter, tetap mempertahankan tradisi dan kebudayaan lokal mereka.

Penting bagi generasi muda untuk tetap memegang teguh kearifan lokal bangsa Indonesia sebagai panduan meraih masa depan. Implementasi nilai-nilai karakter dan budaya lokal tidak hanya menjadikan mereka berwawasan global, tetapi juga mencerminkan kebanggaan akan budaya bangsa Indonesia. Dengan demikian, generasi muda dapat menjadi tulang punggung dalam melestarikan dan memajukan kebudayaan nasional di tengah arus globalisasi yang terus berlanjut.

Sebagai pelengkap, perlu diingat bahwa kegiatan-kegiatan melestarikan budaya lokal bukan hanya sekadar rutinitas, melainkan investasi berharga dalam membentuk karakter generasi muda. Melibatkan mereka dalam upacara-upacara keagamaan dan tradisional tidak hanya menciptakan rasa kebersamaan, tetapi juga mengajarkan nilai-nilai seperti kesederhanaan, tanggung jawab, dan rasa hormat terhadap leluhur. Oleh karena itu, upaya pelestarian budaya lokal bukan hanya menjadi tugas sekolah atau komunitas, melainkan sebuah komitmen bersama untuk mewariskan nilai-nilai luhur kepada generasi penerus.


Created by :
Ni Kadek Ayu Parwati_14_XII MIPA 2

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Memaknai Perayaan “Siwalatri” Dalam Cerita Lubdaka Sebagai Bentuk Wujud Mewariskan Budaya Ke Generasi Muda Yang Berkarakter Menuju Pencerahan di SMAN Bali Mandara

Menggali Makna Tumpek Krulut Guna Membangkitkan Kesadaran Generasi Muda Bali akan Warisan Budaya dan Seni Tradisional