Peran Transcendental Meditation bagi Generasi Muda dan Pengimplementasiannya di SMANBARA
Peran Transcendental Meditation bagi Generasi Muda dan
Pengimplementasiannya di SMANBARA
Berbicara tentang generasi muda tidak lepas kaitannya dengan remaja, karena remaja termasuk bagian dari generasi muda itu sendiri. Remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa. Pada fase ini remaja sangat rentan dengan emosi dan perasaannya. Semakin dewasa semakin banyak juga tugas dan tuntutan yang diemban sehingga pikiran seringkali merasa berat. Remaja juga kerap menghadapi tekanan yang berasal dari berbagai sumber seperti sekolah, masyarakat, masalah keluarga serta teman sebaya yang membuat stress, kecemasan serta emosi yang tidak stabil. Pada fase ini remaja akan lebih ekstra untuk dapat mengendalikan emosi dan perasaannya karena di fase ini emosi dan perasaan remaja itu labil atau cepat berubah-ubah. Untuk bisa mengendalikan pikiran baik itu emosi dan perasaan agar bisa lebih tenang, ada banyak cara salah satunya yaitu dengan melakukan meditasi. Dalam ajaran Hindu, konsep pengendalian emosi dan pikiran melalui meditasi sangat penting. Salah satu sloka yang merangkum konsep ini dapat ditemukan dalam Bhagavad Gita 6.6 yang berbunyi :
bandhur ātmātmanas tasya
yenātmaivātmanā jitaḥ
anātmanas tu śatrutve
vartetātmaiva śatru-vat
Arti sloka tersebut yaitu “untuk seseorang yang telah mengendalikan pikirannya, meditasi adalah suatu kebahagiaan yang penuh; bagi yang tidak mengendalikannya, meditasi akan menjadi sumber penderitaan dan kegelisahan.” Dalam sloka ini menekankan pentingnya mengendalikan pikiran sebagai prasyarat untuk meditasi yang berhasil. Jika seseorang tidak mampu mengendalikan pikirannya, meditasi tidak akan membawa kedamaian atau kebahagiaan; sebaliknya, itu bisa menjadi sumber penderitaan dan kegelisahan. Oleh karena itu, meditasi dianggap sebagai alat untuk mengendalikan pikiran dan emosi agar mencapai kedamaian batin dan kebahagiaan yang sejati.
Salah satu praktik meditasi yang telah populer di masyarakat yaitu meditasi yang bernama Transcendental Meditation. Transcendental Meditation adalah teknik meditasi diam yang dikemukakan oleh Maharishi Mahesh Yogi. Dalam praktiknya melibatkan pengulangan mantra atau suara secara diam diam atau dalam hati tanpa berbicara yang dilakukan selama 15-20 menit setiap dua kali sehari dengan kondisi duduk dan mata tertutup. Teknik meditasi ini mulai diajarkan di India pada pertengahan tahun 1950-an. Berdasarkan ajaran gurunya biksu Hindu Advaita Brahmananda Saraswati yang dikenal dengan kehormatannya sebagai Guru Dev, Maharishi mengajar ribuan orang di dunia dari tahun 1958-1965. Kemudian praktik meditasi Transcendental Meditation ini semakin populer karena dipraktikkan oleh para selebriti. Hingga kini tidak sedikit orang juga melakukan penelitian tentang Transcendental Meditation ini.
Dilihat dari ajaran Agama Hindu, dalam praktik pelaksanaan Transcendental Meditation terdapat bagian pengucapan mantra yang merupakan bait bait suci yang termasuk dalam ajaran Agama Hindu. Selain itu meditasi termasuk ajaran yoga dalam Agama Hindu serta bagaimana posisi saat melaksanakan meditasi disebut dengan dhyana dalam ajaran Agama Hindu. Dari penjelasan tersebut dapat ita ketahui bahwa dalam Transcendental Meditation ternyata ada hal hal yang berkaitan dengan ajaran ajaran Agama Hindu.
Di SMAN Negeri Bali Mandara yang akrab dipanggil Smanbara, praktik Transcendental Meditation atau yang sering disebut dengan TM telah menjadi bagian dari keseharian siswa-siswinya. Kegiatan ini dilaksanakan setiap pagi dan sore hari. Bagi siswa-siswi reguler, untuk kegiatan TM pagi dilakukan secara mandiri di rumah masing-masing dan dilakukan di dorm masing-masing (asrama sekolah) bagi siswa-siswi yang masih berasrama. Sedangkan untuk kegiatan TM sore biasanya dilakukan bersama-sama di sekolah tepatnya 5 menit setelah jam pulang sekolah. Kegiatan TM ini dipimpin oleh satu orang yang bertugas mengkoordinir sekaligus menjadi pengarah, si pemimpin yang akan mengawali dan mengakhiri kegiatan TM. Pelaksanaan aktivitas ini setiap kali berlangsung selama 15 menit.
Gambar 2. Pelaksanaan TM Pagi di Dorm untuk Anak Asrama
“Setelah TM, pikiran terasa lebih tenang karena fisik serta rohani dapat beristirahat sejenak, lebih mudah mengingat sesuatu, serta dapat merenung dan merefleksi diri saat meditasi berlangsung,” seru beberapa siswa Smanbara yang merasakan langsung dampak dari TM. Berdasarkan informasi dari website resmi milik Sehat AQUA menyebutkan bahwa Meditasi transendental bermanfaat dalam menjaga kesehatan mental, sebab praktik ini membantu meningkatkan self esteem hingga mengurangi stres, depresi, maupun kecemasan. Di samping itu, teknik meditasi ini bisa juga dilakukan sebagai perawatan pada orang yang memiliki PTSD atau gangguan stres pasca trauma.
Kegitatan TM yang dilaksanakan di Smanbara dapat meningkatkan produktivitas siswa-siswi dalam belajar dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Dengan demikian, melalui implementasi TM, sekolah memberikan kontribusi yang berharga dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas dan berkarakter, tetapi juga produktif dalam menjalani kehidupan mereka.
Dalam konteks generasi muda Hindu yang cerdas berkarakter, meditasi ini juga dapat membantu remaja mengembangkan karakter yang lebih stabil dan kuat. Mereka dapat belajar nilai-nilai seperti ketabahan, kesabaran, dan empati melalui refleksi dan pemahaman yang mendalam tentang diri dan dunia mereka. Dengan demikian, Transcendental Meditation dapat menjadi alat yang berharga dalam membantu remaja Hindu (atau remaja dari latar belakang agama lain) untuk mengelola emosi mereka dan tumbuh menjadi individu yang lebih bijaksana dan berpikiran terbuka.
Created by:
Ni Komang Esita Tri Ananda Putri_18_XII MIPA 2


Komentar
Posting Komentar